Analisa Anggaran Biaya Proyek gedung

Biaya proyek terdiri atas beberapa komponen biaya, yaitu biaya material, peralatan, upah tenaga kerja, overhead, dan keuntungan. Biaya material. meliputi harga material dan biaya pemindahannya ke lokasi pekerjaan. Harga material tersebut dipengaruhi oleh jenis bahan dan fluktuasi harga pembelian. Biaya peralatan meliputi biaya pemilikan dan biaya operasional. Biaya pemilikan dibedakan atas tiga hal, yaitu akibat membeli, menyewa, dan leasing. Biaya pemitikan akibat membeli terdiri atas biaya bunga modal, pajak, asuransi, biaya penyimpanan, biaya perbaikan alat, dan depresiasi.

Sedangkan dalam biaya konstruksi bangunan yaitu biaya operasional terdiri atas biaya operator, bahan bakar, pelumas dan fitter, perbaikan ringan, penyetelan ringan, dan pemeliharaan, serta biaya perbaikan dan penggantian ban. Biaya upah tenaga kerja dapat tergantung pada beberapa faktor, yaitu jenis tenaga kerja, waktu kerja, lokasi pekerjaan, persaingan tenaga kerja, kepadatan penduduk, tenaga kerja pinjaman dan pendatang, dan fluktuasi upah tenaga kerja.

Metoda-metoda analisa anggaran biaya yang dibahas adalah metoda B. O. W. , cara Ir. A. Soedradjat S., metoda yang diterapkan pada proyek-proyek Direktorat Jenderat Cipta Karya, metoda yang diterapkan pada proyek B.R.I. TOWER Bandung, dan metoda yang diterapkan pada proyek Citraland Centre Grogol Jakarta Barat. Pada dasarnya, metoda yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, kontraktor proyek B.R.I. TOWER, dan kontraktor proyek Citraland Centre berdasarkan metoda B.O.W. yang telah dimodifikasi oleh masing-masing perusahaan, sehingga secara umum terdapat 2 kelompok jenis metoda, yaitu : metoda B.O.W. dan metoda Ir. A. Soedradjat S.. Dari analisa yang dilakukan terhadap pekerjaan tanah, pondasi, dan balok beton, dapat diketahui perbedaan-perbedaan yang terdapat di antara metoda-metoda tersebut, yaitu cara perhitungan harga total setiap jenis pekerjaan dan koefisien yang digunakan dalam perhitungan tersebut.

Sistem informasi manajemen sangat diperlukan dalam suatu organisasi untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengarnbilan keputusan. Penerapan sistem informasi manajemen dalam analisa anggaran biaya proyek secara umum dibagi menjadi 3 bagian, yaitu aliran informasi dalam organisasi, aliran informasi yang menghubungkan organisasi dengan Sistem Informasi Biaya Proyek, dan subsistem analisa anggaran biaya proyek dalam suatu Sistem Informasi Biaya Proyek.

http://digilib.itb.ac.id

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: